Saat kecilku pernah bertanya
Tentang arti cinta pada Bunda
Bunda pun menjawab,
Cinta adalah kasih sayang induk dan anaknya
Saat ku mulai beranjak dewasa
Pada sahabat ku pun bertanya
Dia pun menjawab,
Cinta adalah kasih sayang dua insan manusia…
Karena cinta, Spider-man kehilangan kekuatannya untuk mengeluarkan jaring laba-laba, setelah mengetahui kenyataan bahwa MJ (Mary Jane, sang pujaan hati) menjadi tunangan orang lain. Sang pahlawan putus asa, akhirnya bergelantungan di tengah-tengah kota, antara gedung-gedung nan tinggi. Dan, JATUH! Terhuyung-huyung. Mungkin tepatnya, saat itu Spider-man STRESS!
Arai Ichsanul Muhidin (sahabat sejati Ikal), seorang yang sangat pemimpi (tapi, jangan salah. Arai adalah seseorang yang telah berhasil memberi inspirasi untuk saya melalui mimpi-mimpinya. Jadi kenapa mi?), ternyata memiliki kisah cinta yang sungguh memilukan! Bertepuk sebelah tangan. Mungkin biasa, tapi masalahnya cinta itu sudah ia pendam sekian lama, sekian tahun hanya untuk kekasih tercinta, Zakiah Nurmala. Jujur, saya sangat menyukai puisi Arai untuk Zakiah. Menurut saya, sangat bagus malah! Inilah puisi itu, saudara-saudara…
Puisi untuk satu-satunya cinta dalam hidupku…
Zakiah Nurmala…
Di sini!
Disaksikan langit malam, kelam nan beku…
Ku katakan padamu!
Rampas jiwaku!
Curi masa depanku!
Jarah harga diriku!
Rampok semua milikku!
SITA! Sita semuanya!
Mengapa kau masih tidak mau mencintaiku?
Ya. Begitulah cinta. Dalam lagunya, Bram bertanya tentang makna cinta. Tidak ada yang benar-benar mengerti makna cinta sebenarnya, itu menurut saya. Yang saya tahu, cinta adalah sesuatu yang sangat dahsyat! Anda tidak percaya? Pastinya sulit bagi Anda untuk tidak sepakat dengan hal ini, itu pun jika Anda termasuk orang yang tidak percaya akan cinta. Terserah Anda.
Sebenarnya, tidak terlalu banyak hal yang membuat saya berargumen seperti itu. Cukup dengan pengalaman nyata beberapa orang teman, tepatnya tiga orang sahabat (maap ye, kalian jadi objek…).
Sebut saja namanya Matahari (saya tidak ingin menulis nama aslinya. Dan saya cukup beralasan mengenai ini. Selain karena privacy, saya takut dia nantinya akan GR setelah membaca tulisan ini, hehe… Tapi tenang aja, nama-nama teman saya akan lebih banyak di“jual” di cerpen-cerpen saya berikutnya. Piss, bro! ^ o ^). Kembali ke (laptop!) sosok Matahari. Sejak saya mengenalnya lebih dekat – menjadi sahabatnya, saya menjadi tahu betapa cinta adalah sesuatu yang sangat tidak terduga.
Hal itu saya amati (diam-diam saya memang suka mengamati orang, waspadalah!) sejak dia mengenal cinta, cinta pertamanya tepat pada saat kami duduk di bangku kelas satu es em a. Matahari dan kekasihnya, juga saya, kebetulan berada dalam kelas yang sama – saat itu, kelas kami disebut kelas unggulan (ciyeee…). Bagi saya, mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Bagaimana tidak? Matahari cantik, dan kekasihnya – sebut saja Zidane (lagi-lagi, ini hanya nama yang disamar-samar. Anda sudah tahu alasannya kan?) bisa dibilang yang paling cakep di kelas kami (yang merasa, jangan GR ya?). Mereka sama-sama pintar. Teman-teman sekelas dan seluruh sekolah sangat iri melihat pasangan ini (sama sekali gak bermaksud hiperbola lho), bahkan mereka sangat cemburu. Saya tahu, di belakang sana banyak yang kecewa karena tidak mendapatkan Matahari atau Zidane (ngomong-ngomong, namanya gak nyambung bgt ya?). Saya mah cuma cukup bangga menjadi sahabat mereka (kasian bgt!). Hubungan mereka yang baik-baik saja membuat kami yakin, tidak akan ada hal yang membuat mereka terpisah. Sejauh ini tidak.
Setahun berlalu. Kami naik kelas dua. Saya, Matahari dan Zidane akhirnya harus rela berpisah. Bukan pindah sekolah, cuma pindah kelas. Mulai dari angkatan kami, murid-murid kelas di obok-obok. Gak tahu kenapa. Saat itu saya harus rela berpisah dengan teman-teman genk yang saya sayangi (hiks…). Hubungan persahabatan kami tidak seperti dulu, gak rame. Sebenarnya, lebih karena kami gak ikhlas menerima ini semua (apa seh? Dramatisir bgt!). Akhirnya, pada suatu siang yang lumayan panas, Matahari menyeret saya di tengah lapangan, dan duduk di sana (bayangkan, gimana panasnya saat itu. Temanku ini, aya-aya wae, masa’ ngajak curhat di tengah lapangan panas??). Dia mulai bercerita. Sesuatu yang sangat mengejutkan! Hubungannya dengan Zidane telah berakhir. Saya kemudian bertanya, kenapa?. Eh, dia malah bilang, gak tau, tanya Zidane aja, habis dia yang memutuskan hal ini. Dalam hati, aku merasa kasihan melihat Matahari. Jujur, saat itu saya salut padanya. Tidak ada mimik sedih di wajah manisnya, meski saya tahu hatinya sesak bgt. Saya juga sangat tahu, dia dan Zidane masih saling menyayangi. Saya tidak bertanya lebih jauh pada mereka berdua, biarlah hanya mereka yang tahu. Lagipula, saya tidak mau terlalu mencampuri urusan orang lain.
Sangat tidak terduga!
Berita ini pun tersebar di seantero sekolah, pokoknya heboh. Semua orang bertanya-tanya, kenapa bisa? Ada yang sedih (yang merasa sahabat mereka), ada juga yang senang! Tentu saja. Bagi mereka, hal ini adalah berita gembira. Terang saja, surat-surat cinta berdatangan untuk Zidane. Saya tahu, Matahari berusaha sekuat tenaga untuk memendam sakit hati mendengar berita ini.
Singkat cerita, mereka masih menjadi sahabat yang baik dan tidak pernah bersatu sampai sekarang, meskipun cinta itu masih ada (mungkin…).
Setahun kemudian. Masih tentang Matahari. Pada malam sebelum kami berpisah dalam jangka waktu yang lama (merantau di kampoeng orang), Matahari mengatakan bahwa dia ternyata menyayangi teman sekelasnya di kelas tiga (sebenarnya, di kelas tiga, dia dan Zidane satu kelas lagi). Ternyata, kebersamaan bisa menimbulkan cinta, jadi hati-hati dengan sahabat! (lho??). Entah kenapa, setelah mendengar hal itu, saya dan Bintang - sahabatku juga- menangis (cengeng bgt! Dasar cewek!). Tak urung, Matahari pun ikut meneteskan air mata. Sejak saat itu, kami merasa sangat dekat, menyayangi satu sama lain, hingga membuat kami tidak rela untuk berpisah. Teman-teman lain yang juga mengantar Matahari, terharu melihat kami. Mereka mengira kami bersedih karena kami akan berpisah. Tapi ternyata lebih dari itu. Sesuatu yang tidak terduga! Itulah sebabnya.
Dan seiring waktu, beberapa pekan lalu, saya mendapat kabar bahwa Matahari sekarang membina kasih dengan teman sekelas semasa es em pe. Ahh, cinta…
Cerita ini yang kemudian mengantarkan saya untuk berdiskusi dengan sahabat saya yang lain, Juni (untuk kesekian kali, ini hanya nama yang tersamarkan, karena dia lahir di bulan Juni). Sekedar info, saya baru menyadari bahwa Juni adalah teman diskusi yang sangat asyik, nyambung! Waktu di es em a dulu, kami jarang berdiskusi. Sepertinya, Juni hampir mengetahui apa yang ada dalam hati saya. Pernah suatu hari saya menyatakan pendapat, kadang kita tidak pernah benar-benar tahu siapa sahabat kita sebenarnya. Lalu, mengalirlah teori-teorinya tentang persahabatan. Ahh, ternyata jauh di sana, dia sudah sangat banyak membaca buku. Terlalu banyak perubahan pada diri Juni yang tidak saya jangkau…
Cinta memang begitu, bijaknya. Sekarang, Juni bagai seorang filsuf ternama. Tapi, dia tidak menyadari hal itu. Seandainya dia menghilangkan sedikit ke-O’ON-annya (maksud ‘lo? Hehe..), dia bisa saja jadi pemateri ulung di setiap acara keorganisasian. Saya bisa jamin itu! (promosi ya? Mentang2 temannya…).
Btw, sebenarnya yang dibahas dari tadi apa’an sih? Makna cinta, persahabatan atau Juni? Tau ah! Mikir aza ‘ndiri, hehe… (Yeeee… :-p)
(Reff Makna Cinta)
…mungkin tak kan kutemukan makna cinta sebelum ku menjalaninya…
(jadi, maksudnya??)
/(^_^)\
Sabtu, 14 Februari 2009
SUATU KALA DI GELIMANG HUJAN
Sebenarnya, aku akan terdiam
Tapi, tidak!
Itu serupa rona yang memerah
Menggelitik hati yang mengirim impuls ke otak
Kemudian menjadikan lidah sebagai efektor, dan
Beberapa mili detik, bersuara nyaring…
Menggelegarkan pondasi hati
Ah, sesungguhnya indah!
Sejenak dua, hati tertawan ukiran rupa
Dan kunikmati senyumku sendiri…
Satu hari kemudian, hari ini…
Gerimis lagi, tapi pagi hari
Saat para pejuang ilmu bercengkerama, juga aku
Sekelebat bayang yang aku kenal hadir lagi…
Aku berlari, mengejarnya
Tapi, haruskah ia tahu?
Aku tak peduli!, batinku
Rasa adalah anugerah, meski ini nista untuk mereka
Bukan melulu terbawa arus gender dan emansipasi
Saat kudapati, aku terkejut!
Ternyata ia………
……………………
…………………
…………………
si pembawa sebatang putung rokok dan bertopeng kepala_
Ah, ia tersenyum lagi:
Manis sekali,,,
Lego-lego FKM, Februari 2009
Tapi, tidak!
Itu serupa rona yang memerah
Menggelitik hati yang mengirim impuls ke otak
Kemudian menjadikan lidah sebagai efektor, dan
Beberapa mili detik, bersuara nyaring…
Menggelegarkan pondasi hati
Ah, sesungguhnya indah!
Sejenak dua, hati tertawan ukiran rupa
Dan kunikmati senyumku sendiri…
Satu hari kemudian, hari ini…
Gerimis lagi, tapi pagi hari
Saat para pejuang ilmu bercengkerama, juga aku
Sekelebat bayang yang aku kenal hadir lagi…
Aku berlari, mengejarnya
Tapi, haruskah ia tahu?
Aku tak peduli!, batinku
Rasa adalah anugerah, meski ini nista untuk mereka
Bukan melulu terbawa arus gender dan emansipasi
Saat kudapati, aku terkejut!
Ternyata ia………
……………………
…………………
…………………
si pembawa sebatang putung rokok dan bertopeng kepala_
Ah, ia tersenyum lagi:
Manis sekali,,,
Lego-lego FKM, Februari 2009
SEPETIK GUMAM UNTUK PALESTINA
Jelang 1 Muharram 1430 Hijriah, saat umat Muslimin di seluruh dunia menyambut tahun baru dengan suka cita dan penuh kesyukuran pada Allah, Sang Raja Semesta. Kembali, benda-benda yang mampu menghancurleburkan gedung bertingkat, mengguncang Palestina – negeri markas syuhada. Ya. Semua terulang lagi. Siapa lagi pelakunya, kalau bukan Israel terlaknat itu? Perilaku yang tidak berperikemanusiaan itu, serentak ditayangkan di televisi, juga tertera di media cetak.
Adalah hal yang patut dipertanyakan, jika sebagai Muslim, hati kita tak tergerak sedikitpun untuk membantu saudara seiman kita disana. Mengaku sebagai orang yang beriman, tentu saja harus menjalankan segala hal yang menjurus padanya, seperti yang tertera pada ayat-ayat dalam kitab suci Al-Quran.
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui” (Ash-Shaff: 10-11).
Tak ada rotan, akarpun jadi. Tak perlu mengorbankan jiwa untuk jihad fii sabilillah jika kita tidak mampu untuk itu. Bermujahadah melalui harta adalah salah satu jalan menggapai surga. Sungguh istimewa makna ayat ini. Perdagangan manakah lagi yang bisa menyelamatkan kita dari azab pedih? Jawabnya, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Mari kita beramai-ramai beramal, mencari pahala di jalan Allah dengan mengorbankan sedikit harta kita…
Bentuk nyatanya bagaimana? Salah satu cara ampuh menghadapi dan menghentikan kekejian Israel yaitu dengan memboikot Israel. Adapun maksudnya yaitu memboikot semua produk atau apapun yang berasal dari Israel, bisa berupa perkataan dan kebijakannya, juga perusahaan-perusahaan yang mendukung kekejaman Israel-zionist tersebut. Tentu saja hal ini tidak cukup hanya dilakukan oleh satu atau beberapa orang saja yang bisa dihitung jari. Adalah tanggung jawab kita bersama, sebagai kaum Muslim untuk bersatu memboikot Israel. Tanpa menunggu waktu lagi, dari sekarang!
Saudara kita, Shofwan Al Banna dalam bukunya ”Palestine, Emang Gue Pikirin!” (semua Muslim wajib baca buku ini!), menuliskan daftar produk Amerika yang direkomendasikan oleh para ulama untuk diboikot. Mungkin, anda bertanya kenapa harus barang-barang dari Amerika? Jawabnya, karena salah satu (ingat, baru salah satu. Yang lainnya masih banyak lagi) dukungan besar bagi Israel terkutuk itu berasal dari produk-produk ini. Produk tersebut hasil dari perusahaan MNC dan kebanyakan berbasis Amerika. Memang lumayan banyak. Anda juga tak perlu kaget membaca dan mengetahuinya, karena memang begitulah kenyataannya. Berikut barang-barang tersebut:
• KFC
• McDonalds
• Pizza Hut
• A&W
• Texas
• Dominos Pizza
• The Coca Cola Company
• Danone (contohnya, Aqua)
• Nestle (Dancow, Milo,dll)
• T-Shirt & Sepatu (Nike, Adidas, Kate dan Calvin Klein)
• Peralatan Listrik (Power, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel, Union Air, Clifinitour, Admiral, Harmony)
• Baterai (Eveready, Energizer, Doorsill)
• Mobil (Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck dan semua produk General Electric)
• Bahan-bahan Kimia dan Pembersih (Head & Shoulder, Pantene, Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen, barang-barang PT Johnson & Johnson, Nectar, Avon, Revlon, Gardena, pasta gigi Corset)
• Alat tulis (Pulpen merk Shiver, Parker and Hear
• Lain-lain: Handphone Nokia, Carefour, Giogio Armany Parfumes, Boss, Kiwi, L’oreal, rokok (Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More).
• PRODUK Unilever juga...
Subhanallah! Ternyata, banyak sekali produk-produk zionis yang sudah mewarnai hidup kita. Merasuk dalam darah dan daging kita juga keluarga. Bahkan mungkin tidak bisa kita hindari, sulit! Kita telah menjadi budak Israel tanpa kita sadari. Israel terkutuk yang notabene telah menjadi musuh Islam dengan menjajah hak saudara seiman kita di Palestina tanpa henti, tak kenal waktu. Bayangkan! Saat kita menikmati paha ayam KFC yang hangat nan lezat, saat itu kaki-kaki saudara kita di Palestina hancur oleh peluru bertubi-tubi. Saat kita melepas dahaga dengan menenggak minuman dingin bersoda, saat itu darah pemuda-pemuda Palestina bercucuran. Saat kita dengan bangga mengenakan pakaian produk zionis, yakinlah bahwa di suatu tempat nun jauh di sana, kulit-kulit saudara kita tercabik oleh bom-bom, bahkan kehilangan tempat bernaung yang aman.
Produk di atas mau tidak mau harus disingkirkan dari hidup kita. Tidak ada kompromi lagi. Meskipun sebenarnya masih banyak lagi produk-produk yang mendukung zionis. Sadarkah kita bahwa tanpa sengaja kita telah menjadi pembunuh? Bukan sekedar pembunuh biasa, melainkan pembunuh berdarah dingin! Barang-barang yang kita pakai sehari-hari, secara tidak langsung mengindikasikan hal itu. Satu rupiah saja yang kita keluarkan untuk membeli barang-barang tersebut, berarti kita ”menyumbangkan” satu peluru untuk membunuh jiwa-jiwa warga Palestina yang tak berdosa.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Ash-Shaff: 2-4).
Miris! Sangat ironis! Apalagi jika melihat orang-orang yang munafik! Siapakah mereka itu? Adalah orang-orang yang berkoar-koar, yang mengecam dan mengutuk Israel-zionist namun masih saja menjadi budak barang-barang zionis. Lalu, apa gunanya waktu yang terbuang di jalan? Apa gunanya suara-suara yang serak karena menyeru orang lain untuk peduli pada Palestina?
Tidak sulit untuk menghindar dari barang-barang tersebut, jika kita sungguh-sungguh meniatkannya untuk membantu saudara kita di Palestina. Masih banyak produk lain yang bisa kita konsumsi tanpa harus dihantui rasa berdosa karena ikut menyakiti warga Palestina. Namun, tentu saja kita harus teliti saat membeli barang-barang di toko maupun supermarket. Jika ragu, rajinlah mencari tahu di buku-buku maupun di internet mengenai apapun yang menjadi produk zionis. Jangan pernah merasa berat, karena ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai Muslim. Karena Muslim itu ibarat satu badan, jika salah satu anggota tubuhnya merasa sakit, maka akan merasa sakitlah seluruh badannya. Meskipun segala sakit yang kita rasakan di sini, tidak akan sesakit para syuhada Palestina.
Masih mampukah kita mengecap nikmat dunia di saat saudara seiman kita di Palestina sana berpeluh darah? Saat kita tumbuh dengan susu sapi segar, pemuda Palestina harus tumbuh dengan meminum pahitnya kenyataan, hidup bersandingkan peluru-peluru. Mereka disana dewasa dalam intaian ledakan bom-bom.
Setiap Muslim adalah saudara. Jadi, tunggu apa lagi? Boikot Israel! Save Palestine, now! Allahu Akbar..!
*Mahasiswa dan aktivis FLP ranting Unhas
Adalah hal yang patut dipertanyakan, jika sebagai Muslim, hati kita tak tergerak sedikitpun untuk membantu saudara seiman kita disana. Mengaku sebagai orang yang beriman, tentu saja harus menjalankan segala hal yang menjurus padanya, seperti yang tertera pada ayat-ayat dalam kitab suci Al-Quran.
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui” (Ash-Shaff: 10-11).
Tak ada rotan, akarpun jadi. Tak perlu mengorbankan jiwa untuk jihad fii sabilillah jika kita tidak mampu untuk itu. Bermujahadah melalui harta adalah salah satu jalan menggapai surga. Sungguh istimewa makna ayat ini. Perdagangan manakah lagi yang bisa menyelamatkan kita dari azab pedih? Jawabnya, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Mari kita beramai-ramai beramal, mencari pahala di jalan Allah dengan mengorbankan sedikit harta kita…
Bentuk nyatanya bagaimana? Salah satu cara ampuh menghadapi dan menghentikan kekejian Israel yaitu dengan memboikot Israel. Adapun maksudnya yaitu memboikot semua produk atau apapun yang berasal dari Israel, bisa berupa perkataan dan kebijakannya, juga perusahaan-perusahaan yang mendukung kekejaman Israel-zionist tersebut. Tentu saja hal ini tidak cukup hanya dilakukan oleh satu atau beberapa orang saja yang bisa dihitung jari. Adalah tanggung jawab kita bersama, sebagai kaum Muslim untuk bersatu memboikot Israel. Tanpa menunggu waktu lagi, dari sekarang!
Saudara kita, Shofwan Al Banna dalam bukunya ”Palestine, Emang Gue Pikirin!” (semua Muslim wajib baca buku ini!), menuliskan daftar produk Amerika yang direkomendasikan oleh para ulama untuk diboikot. Mungkin, anda bertanya kenapa harus barang-barang dari Amerika? Jawabnya, karena salah satu (ingat, baru salah satu. Yang lainnya masih banyak lagi) dukungan besar bagi Israel terkutuk itu berasal dari produk-produk ini. Produk tersebut hasil dari perusahaan MNC dan kebanyakan berbasis Amerika. Memang lumayan banyak. Anda juga tak perlu kaget membaca dan mengetahuinya, karena memang begitulah kenyataannya. Berikut barang-barang tersebut:
• KFC
• McDonalds
• Pizza Hut
• A&W
• Texas
• Dominos Pizza
• The Coca Cola Company
• Danone (contohnya, Aqua)
• Nestle (Dancow, Milo,dll)
• T-Shirt & Sepatu (Nike, Adidas, Kate dan Calvin Klein)
• Peralatan Listrik (Power, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel, Union Air, Clifinitour, Admiral, Harmony)
• Baterai (Eveready, Energizer, Doorsill)
• Mobil (Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck dan semua produk General Electric)
• Bahan-bahan Kimia dan Pembersih (Head & Shoulder, Pantene, Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen, barang-barang PT Johnson & Johnson, Nectar, Avon, Revlon, Gardena, pasta gigi Corset)
• Alat tulis (Pulpen merk Shiver, Parker and Hear
• Lain-lain: Handphone Nokia, Carefour, Giogio Armany Parfumes, Boss, Kiwi, L’oreal, rokok (Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More).
• PRODUK Unilever juga...
Subhanallah! Ternyata, banyak sekali produk-produk zionis yang sudah mewarnai hidup kita. Merasuk dalam darah dan daging kita juga keluarga. Bahkan mungkin tidak bisa kita hindari, sulit! Kita telah menjadi budak Israel tanpa kita sadari. Israel terkutuk yang notabene telah menjadi musuh Islam dengan menjajah hak saudara seiman kita di Palestina tanpa henti, tak kenal waktu. Bayangkan! Saat kita menikmati paha ayam KFC yang hangat nan lezat, saat itu kaki-kaki saudara kita di Palestina hancur oleh peluru bertubi-tubi. Saat kita melepas dahaga dengan menenggak minuman dingin bersoda, saat itu darah pemuda-pemuda Palestina bercucuran. Saat kita dengan bangga mengenakan pakaian produk zionis, yakinlah bahwa di suatu tempat nun jauh di sana, kulit-kulit saudara kita tercabik oleh bom-bom, bahkan kehilangan tempat bernaung yang aman.
Produk di atas mau tidak mau harus disingkirkan dari hidup kita. Tidak ada kompromi lagi. Meskipun sebenarnya masih banyak lagi produk-produk yang mendukung zionis. Sadarkah kita bahwa tanpa sengaja kita telah menjadi pembunuh? Bukan sekedar pembunuh biasa, melainkan pembunuh berdarah dingin! Barang-barang yang kita pakai sehari-hari, secara tidak langsung mengindikasikan hal itu. Satu rupiah saja yang kita keluarkan untuk membeli barang-barang tersebut, berarti kita ”menyumbangkan” satu peluru untuk membunuh jiwa-jiwa warga Palestina yang tak berdosa.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Ash-Shaff: 2-4).
Miris! Sangat ironis! Apalagi jika melihat orang-orang yang munafik! Siapakah mereka itu? Adalah orang-orang yang berkoar-koar, yang mengecam dan mengutuk Israel-zionist namun masih saja menjadi budak barang-barang zionis. Lalu, apa gunanya waktu yang terbuang di jalan? Apa gunanya suara-suara yang serak karena menyeru orang lain untuk peduli pada Palestina?
Tidak sulit untuk menghindar dari barang-barang tersebut, jika kita sungguh-sungguh meniatkannya untuk membantu saudara kita di Palestina. Masih banyak produk lain yang bisa kita konsumsi tanpa harus dihantui rasa berdosa karena ikut menyakiti warga Palestina. Namun, tentu saja kita harus teliti saat membeli barang-barang di toko maupun supermarket. Jika ragu, rajinlah mencari tahu di buku-buku maupun di internet mengenai apapun yang menjadi produk zionis. Jangan pernah merasa berat, karena ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai Muslim. Karena Muslim itu ibarat satu badan, jika salah satu anggota tubuhnya merasa sakit, maka akan merasa sakitlah seluruh badannya. Meskipun segala sakit yang kita rasakan di sini, tidak akan sesakit para syuhada Palestina.
Masih mampukah kita mengecap nikmat dunia di saat saudara seiman kita di Palestina sana berpeluh darah? Saat kita tumbuh dengan susu sapi segar, pemuda Palestina harus tumbuh dengan meminum pahitnya kenyataan, hidup bersandingkan peluru-peluru. Mereka disana dewasa dalam intaian ledakan bom-bom.
Setiap Muslim adalah saudara. Jadi, tunggu apa lagi? Boikot Israel! Save Palestine, now! Allahu Akbar..!
*Mahasiswa dan aktivis FLP ranting Unhas
Langganan:
Postingan (Atom)