Sebenarnya, aku akan terdiam
Tapi, tidak!
Itu serupa rona yang memerah
Menggelitik hati yang mengirim impuls ke otak
Kemudian menjadikan lidah sebagai efektor, dan
Beberapa mili detik, bersuara nyaring…
Menggelegarkan pondasi hati
Ah, sesungguhnya indah!
Sejenak dua, hati tertawan ukiran rupa
Dan kunikmati senyumku sendiri…
Satu hari kemudian, hari ini…
Gerimis lagi, tapi pagi hari
Saat para pejuang ilmu bercengkerama, juga aku
Sekelebat bayang yang aku kenal hadir lagi…
Aku berlari, mengejarnya
Tapi, haruskah ia tahu?
Aku tak peduli!, batinku
Rasa adalah anugerah, meski ini nista untuk mereka
Bukan melulu terbawa arus gender dan emansipasi
Saat kudapati, aku terkejut!
Ternyata ia………
……………………
…………………
…………………
si pembawa sebatang putung rokok dan bertopeng kepala_
Ah, ia tersenyum lagi:
Manis sekali,,,
Lego-lego FKM, Februari 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar