Senin, 22 Juni 2009

suara Dara


Rhapsody Kebisuan

Hei, Dara!

Semalam aku melihat pangeranku duduk bersama ribuan tumpukan buku

Teduh nian air mukanya saat itu

Matanya seolah tak ingin dipalingkan sedetikpun dari lembaran yang tengah dibacanya

Ah, Dara…

Aku tak tahan ingin “menggoda”nya

Lalu aku menghampirinya, tahukah kau apa yang terjadi?

Pangeranku menghadiahkan sesuatu yang paling berharga di dunia ini melebihi apapun!

Seraya senyum sipu malu, ia berkata:

“Terima kasih…”

Duhai, aku melambung_

Tolong, jangan hiraukan aku…

Tapi, Dara…

Dosakah jika aku berkata pada-Nya, “Ya Rabbi, aku jatuh cinta..!”

Pintu 1 Kampus Tamalanrea, 20 Juni 2009


Tidak ada komentar: