Selasa, 06 April 2010

DUA PERJALANAN.





Perjalanan tentang seseorang yang bagi mereka adalah pemuja Tuhan


Tak kutemukan alasan kenapa
Postur pendek-ringkih-kurus miliknya mewarnakan si denyut merah jadi jingga
Sambil memeluk dagu, aku mendengar suara “Kami melihat Tuhan disini”
Astaga! Seharusnya aku malu saat menyadari bahwa aku tak shalat Isya sebelum jam sembilan!
Aku harus cepat-cepat berwudhu! Sekarang sudah jam dua pagi!



Perjalanan tentang Aisyah abad 21

Sepertinya, aku gila!
Pukul dua ini aku menemukan banyak jejak merah berserakan --- ada jingga menggeliat sembunyi di ketiak hutan Maros yang mulai di rintik-rintiki hujan
Tak kutemukan alasan kenapa
Impresi-ku menunjukkan ketakpeduliannya saat kujamah si denyut merah milikku: aaaagggrrrhhhh!
Seratus delapan puluh mililiterhage. Sesak. Mungkin merah-ku mulai hitam?
Lalu kudapati; bapak, jejak, nama, ragu, tanya, mimpi, iman, agama, langit, awan, hujan, waktu, rumah, surga, janji (rangkaian konsep yang menyatu menjadi alturisme)
Astaga! Seharusnya aku benar-benar menyadari bahwa aku sangat mirip dengan Aisyah, si gadis Muhammad

--------------------------------
Ini hanya legitimasi!
Kalian sangat salah menganggapnya pemuja Tuhan, tapi aku tetap Aisyah abad 21



---jelang pukul tiga pagi, di kamar sempit yang terasa lapangan bola: Tuhan-ku mulai cemburu---

Tidak ada komentar: