Rabu, 25 Februari 2009

CERITA DI DINGIN MALAM








CERITA DI DINGIN MALAM
Warnetnya K’Akhir, Februari 2009

Dara!
Entah apa yang terjadi padanya. Sunyi bibirnya, seperti malam ini. Dara! Tak seperti biasa. Dia yang penuh ceria, juga senyum manisnya. Ah, ada apa dengan Dara malam ini?
“Tolong jangan bertanya lagi! Aku tak tahu! Bahkan, apa yang ku rasakan saat ini…”
Lalu, diapun meneteskan air mata. Seperti gerimis yang menimbulkan berisik di seng rumahnya. Dara! Aku sebenarnya tak sanggup melihatmu berduka.
Masih sunyi. Dara terlihat asyik dengan dukanya. Sementara aku? Dia tak pernah mau tahu, aku disini tersiksa menyaksikan kucuran basah di pipinya. Beginikah wanita? Selalu tangis yang menjadi tameng terhebatnya, hingga lelaki yang memiliki hati turut luluh dan tertunduk kalah. Ah, wanita! Duhai, Dara!
“Zy, apa kau pernah jatuh cinta?”
Aku terhenyak! Pertanyaan itu. Dara goyah dari kesunyiannya hanya untuk mempertanyakan hal itu. Tapi, aku hanya memberikannya senyum. Aku yakin, Dara tahu jawabanku. Aku biarkan tanya itu menggantung begitu saja. Membiarkannya terbawa beku malam. Kadang, sebuah tanya tak perlu jawab. Kadang, tanya hanyalah sebuah bentuk kompensasi seseorang dalam kecamuk perasaannya. Bagiku begitu. Dan begitulah Dara saat ini.
Apa aku pernah jatuh cinta? Pasti pernah.

Bersambung…..

Tidak ada komentar: